Festival Drama Basa Sunda XII

  • PENDAHULUAN

36 tahun perjalanan Teater Sunda Kiwari. Masa yang terbilang panjang untuk mengelola satu perkumpulan yang tetap konsisten terhadap tujuannya, yakni idealisme menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya ( Sunda ). Melalui media teater, Teater Sunda Kiwari berikhtiar melakukan upaya pelestarian nilai-nilai kesundaan.

Jauh sebelum adanya nomenklatur peraturan daerah Jawa Barat yang sekarang telah ditetapkan pada Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2003 tentang pelestarian bahasa dan budaya Sunda, Teater Sunda Kiwari sejak berdiri tahun 1975 telah berusaha membina, memelihara, melestarikan, dan mengembangkan bahasa Sunda baik dalam setiap pertunjukannya maupun program kegiatan yang lainnya.

“Teater merupakan salah satu media efektif dalam usaha melestarikan bahasa dan memperkenalkan budaya. Para pemain secara otomatis mempelajari sejarah kebudayaan, tradisi, alat, dan jenis kesenian, serta hal lainnya. Demikian pula masyarakat sebagai apresiator, pada akhirnya akan lebih mengenal tradisi dan nilai-nilai budaya Sunda,”

  • DASAR PEMIKIRAN

Ikhtiar Teater Sunda Kiwari yang teguh mengadakan Festival Drama Basa Sunda (FDBS) yang rutin digelar dua tahun sekali sejak dimulai tahun 1990 hingga kini. Pada setiap festival, jumlah peserta selalu bertambah. Pada FDBS XI tahun 2010, tercatat 76 kelompok teater ikut serta, termasuk dari luar Jawa Barat. Atas prakarsanya Teater Sunda Kiwari mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) tahun 2008 dan penghargaan Rancage.

Mata rantai FDBS di satu sisi menumbuhkan tunas-tunas baru grup teater, baik di sekolah maupun umum, juga melahirkan penulis naskah drama Sunda generasi baru. Sebagai media pembelajaran, FDBS telah menstimulasi para peserta, penulis naskah, dan penonton, untuk melakukan observasi dan kajian terhadap kekayaan budaya Sunda. Di tengah rendahnya kepedulian pemerintah daerah, mereka yang bergiat di FDBS itu sejatinya telah melakoni drama memelihara keberlangsungan bahasa ibunya.

  • BENTUK KEGIATAN

Bentuk Kegiatan ini adalah  :  Festival Drama Basa Sunda XII tahun 2012

Naskah          :   Disesuaikan dengan cerita yang

berkembang di daerah (Sunda) agar diterima oleh masyarakat dengan menitik-beratkan pada segi hiburan.

Thema            :  Menanamkan Pemahaman akan kandungan

                             butir-butir Pancasila pada masyarakat.

Target   :

  • 100 peserta ( Kelompok / Group Teater )
  • 350 penonton setiap pertunjukan sesuai dengan kapasitas gedung dalam 1 hari ada 4 kali pertunjukan.

Pengunjung :

  • Pegawai Pemerintah maupun Swasta
  • Mahasiswa dan Pelajar
  • Masyarakat umum dan Wisatawan Asing maupun Domestik

 

  • MAKSUD & TUJUAN

 1.    Secara Khusus

Dari sudut kemasan

-   Cerita                                    :  Secara psikologis, cerita yang dikemas

        dalam bentuk teater akan merangsang keterlibatan emosi masyarakat terhadap kesenian sunda.

-   Bahasa                                :   Sebagai upaya melestarikan Bahasa

        Sunda yang diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pengembangan bahasa nasional.

2.    Secara Umum :

-       Sebagai upaya melestarikan bahasa sunda guna memberikan kontribusi terhadap pengembangan bahasa nasional.

-       Menjalin silaturahmi antar peminat, penikmat, praktisi dan kritisi drama dalam rangka persatuan dan kesatuan bangsa.

-       Membina dan meningkatkan daya apresiasi seni, khususnya seni drama.

  • TEKNIS PELAKSANAAN

  •  Waktu dan Tempat Pendaftaran :
  • Pendaftaran dimulai tanggal 1 November 2011 s/d 4 Maret  2012.
  • Tempat pendaftaran :  Gedung Kesenian Rumentang Siang

                                                           Jl. Baranangsiang No. 1 Kosambi Bandung Tlp. 022 – 4233562

                                                           Mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB (hari Minggu libur)

  •  Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

    Festival Drama Basa Sunda XII ini akan diselenggarakan pada tanggal 12 Maret s/d 5 April 2012 bertempat di Gedung

    Kesenian Rumentang Siang.

  • KETENTUAN PESERTA

 Peserta

  • Festival Drama Basa Sunda XII bersifat umum untuk semua lapisan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Setiap peserta dari Kabupaten / Kota bisa mengirimkan peserta / grupnya sebanyak mungkin.
  • Peserta Festival Drama Basa Sunda XII telah memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia, antara lain :
  • Peserta telah mendaftarkan diri dan mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia.
  • Telah melaksanakan pembayaran administrasi sebesar Rp. 200.000,00,- (dua ratus ribu rupiah).
  • Selama peserta berada di lokasi Festival tidak disediakan akomodasi / penginapan.

Naskah

  1. Setiap peserta mendapatkan 5 (lima) buah naskah yang telah disediakan panitia,
  2. Peserta memilih salah satu dari 5 (lima) naskah tersebut, yaitu:

1. Satru                                       :  Nunu Nazarudin
2. Nagara Angar                  :  Dadan Sutisna
3. Kawin Ucing                     :  Arthur S. Nalan
4. Pajaratan Cinta              :  Dhipa Galuh Purba

  • DASAR PENILAIAN

  1. Pementasan,
  2. Penyutradaraan,
  3. Aktor dan Aktris,
  4. Artistik,
  5. Musik.
  • W A K T U  D A N  T E M P A T  T E C H N I C A L  M E E T I N G

 Technical Meeting akan dilaksanakan pada :

H a r i                          :  Minggu

T a n g g a l               :  4 Maret 2012

J a m                           :  10.00 s/d selesai

T e m p a t                  :  Gedung Kesenian Rumentang Siang

Kekayaan Bahasa Sunda Sangat Diminati Anak Muda Saat Ini

Festival Drama Basa Sunda Pelajar
Kusnaedi: Kekayaan Bahasa Sunda Sangat Diminati Anak Muda Saat Ini

Jumat, 11/02/2011 – 17:29

KELOMPOK Seni Pertunjukan SMK Pasundan 1 Bandung tampil di “Festival Drama Basa Sunda Pelajar” (FDBSP), bertempat di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Jalan Baranang Siang No. 1 Kosambi Bandung, pada hari ke lima (Jumat,11/2) membawakan naskah “Seksa” karya Dhipa Galuh Purba*

BANDUNG, (PRLM).- Kekayaan bahasa Sunda bukan hanya dari raga kata maupun ungkapan, tetapi juga dialek ataupun cara mengungkapkan. Kekayaan ini merupakan potensi yang sebenarnya sangat diminati oleh anak-anak saat ini yang cenderung menyukai akan hal-hal baru.

“Namun terhadap potensi bahasa Sunda di kalangan anak-anak tersebut tidak ditangkap oleh para pendidik. Karena ada kecenderungan para pendidik lebih terfokus pada buku teks yang menjadi pedoman bahan ajaran,” ujar Kusnaedi, pendidik yang juga budayawan Sunda, di sela-sela pelaksanaan “Festival Drama Basa Sunda Pelajar” (FDBSP) Jumat (11/2) bertempat di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Jalan Baranang Siang No. 1 Kosambi Bandung.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kusnaedi, melihat kondisi kekinian yang sedang terjadi di kalangan anak-anak. Bahasa pergaulan yang dipergunakan cenderung bahasa Sunda campuran berupa bahasa Sunda dengan bahasa Indonesia (bahasa nasional, dengan penyampaian ala bahasa pergaulan).

“Padahal kalau diarahkan secara baik dan benar seperti halnya melalui kegiatan main teater ataupun drama seperti yang diikuti oleh para pelajar di festival (FDBSP) sekarang ini, bahasa Sunda yang dipergunakan meski merupakan bahasa pergaulan tapi tidak bercampur baur dengan bahasa nasional (bahasa Indonesia),” ujar Kusnaedi.

FDBSP 2011 yang diselenggarakan Teater Sunda Kiwari bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, serta Pikiran Rakyat, Jumat, 11/2) memasuki hari ke lima. Tampil kelompok teaterKelompok Seni Pertunjukan SMK Pasunda 1 Bandung membawakan naskah “Seksa” karya Dhipa Galuh Purba, Teater Lumut SMAN 24 Bandung dan Kelompok Teater Beas SMA Pasundan 8 Bandung, keduanya membawakan naskah “Nu Jaradi Korban”, karya (Alm) R. Hidayat Suryalaga,. (A-87/das)***

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.