FDBS dan Anggaran yang Dicoret

diskusiSEBUAH paradoks terjadi dalam kebijakan kesenian di Jawa Barat. Di tengah tingginya semangat Pemerintah Provinsi Jabar untuk mengangkat potensi budaya dan bahasa Sunda, Festival Drama Basa Sunda (FDBS) yang telah berlangsung selama dua puluh tahun justru tidak mendapat perhatian. Padahal, jumlah patandang (peserta) dari tahun ke tahun terus meningkat dan datang dari berbagai kota/kabupaten di seluruh Jabar.

Bahkan, hingga dua bulan menjelang penyelenggaraan FDBS XI bulan Maret 2009 mendatang, perhatian itu masih belum ada. Inilah yang dipertanyakan sekaligus disayangkan oleh sejumlah seniman, budayawan, dan pengamat budaya Sunda. Padahal, FDBS merupakan bukti yang bisa menjawab kecemasan segelintir elite yang suka sekali menyebut-nyebut bahwa budaya dan bahasa Sunda terancam punah. Melalui FDBS-lah bisa terlihat antusiasme anak-anak muda terhadap budaya dan bahasa Sunda.

Selain itu, FDBS sebenarnya bisa menjadi bagian dari pendidikan budaya dan bahasa Sunda. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban untuk mendukung dan memperhatikan festival yang diselenggarakan oleh Teater Sunda Kiwari ini. Pandangan itu muncul dalam diskusi “FDBS Sebagai Media Pendidikan Budaya Sunda” di Aula Redaksi HU Pikiran Rakyat, Kamis (21/1), dengan menampilkan pembicara dosen STSI Bandung Arthur S. Nalan, Godi Suwarna (seniman), dan Dhipa Galuh Purba (seniman).

“Kegiatan yang mulia dan meriah ini selalu luput dari perhatian dan para tokoh pemerintah. Untuk urusan dana, misalnya, FDBS masih bergantung pada kebaikan hati perseorangan, belum jadi kebijakan pemerintahan dalam APBD,” kata Godi Suwarna yang sejak tahun 1990 setia menjadi salah seorang juri FDBS.

MINIMNYA perhatian pemerintah terhadap penyelenggaraan FDBS menjadi sorotan tajam para peserta diskusi. Dhipa Galuh Purba memandang sebenarnya FDBS merupakan salah satu aplikasi nyata dari pelajaran bahasa Sunda dan seni budaya. Selain itu, FDBS bisa menjadi peluang dalam pelaksanaan Perda No. 5 Tahun 2003 tentang Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah. Terlebih lagi, FDBS merupakan festival yang telah berlangsung secara berkesinambungan, meski harus babak belur dalam biaya operasionalnya.

“Di tengah kondisi semacam itulah sempat tersiar kabar rencana Pemprov Jabar menggarap film ’Perang Bubat’ dengan biaya Rp 6 miliar. Membayangkan biaya operasional FDBS dan anggaran film ’Perang Bubat’ bagaikan cicak dan dinosaurus. Tetapi cicak tampak lebih realistis dan tetap hidup, sedangkan dinosaurus nyatanya cuma geledug ces,” ujar Dhipa.

Sedangkan Agam menawarkan pemikiran agar FDBS tidak melulu bergantung pada pemerintah. Akan tetapi mencoba melakukan manajemen jaringan dengan berbagai komunitas industri kreatif yang di Bandung sehingga festival ini bisa bersinergi dengan berbagai bidang.

“Membangun manajerial networking juga tak kalah pentingnya. Di samping juga terus mengingatkan dan menggedor pemerintah,” kata Agam.

Sementara Dadi P. Danubrata dari Teater Sunda Kiwari menjelaskan kondisi terakhir persiapan penyelenggaraan FDBS XI bulan Maret 2010 mendatang. Peserta yang sudah terdaftar mencapai 69 grup teater. Namun, hingga hari ini panitia belum punya persiapan apa pun. Respons dari pihak Disparbud Jabar belum ada, meski mereka telah mengajukan proposal.

“Saya dengar anggaran buat FDBS dicoret. Tetapi oleh Disparbud kami diminta lagi mengajukan proposal yang katanya akan langsung diajukan ke gubernur. Tetapi sampai sekarang belum ada kabarnya. Juga pernah kami diminta untuk membuat surat permohonan audiensi dengan Kadisparbud Jabar. Tetapi sejak kami ajukan bulan Desember 2009, sampai sekarang juga tak ada kabarnya,” ujar Dadi. (Ahda Imran)***

Daftar Group – Group Peserta FDBS – XI Tahun 2010

Daftar Group – Group yang telah mendaftar sebagai Peserta Festival Drama Basa Sunda XI tahun 2010.

  1. Teater Cermin – Sukabumi
  2. Teater Mutiara – Sukabumi
  3. Teater Windu – Tasikmalaya
  4. Teater Bolon – Tasikmalaya
  5. Kopaster – Tasikmalaya
  6. Teater Polos – Tasikmalaya
  7. Teater The Jebleh – Tasikmalaya
  8. Teater Kappas – Tasikmalaya
  9. Teater Sae – SMA Santiyama Tasikmalaya
  10. Teater Pazma – Tasikmalaya
  11. Teater MTs. Miftahul Islam Gunung Tanjung Manonjaya – Tasikmalaya
  12. Kancana Muda – Kota Bandung
  13. Kuntring Arum – Kota Bandung
  14. Toneel – Kota Bandung
  15. Anka Adika – Kota Bandung
  16. Lisma Unpas – Kota Bandung
  17. Palagan Teater – PSBN Wiyata Guna Kota Bandung
  18. Teater X – MAN 1 Kota Bandung
  19. Komunitas Seni Teater – Kota Bandung
  20. Teater 420 – SMAN 4 Kota Bandung
  21. Teater Awal – UIN Kota Bandung
  22. Sambada – UPI Kota Bandung
  23. Teater Bohlam – Kota Bandung
  24. Teater Rupa – SMKN 14 Kota Bandung
  25. K. 282 – Kota Bandung
  26. Teater Nusantara 32 – Kota Bandung
  27. Teater Tilas Senja – Kota Bandung
  28. Teater Patih – SMA Pasundan 7 Kota Bandung
  29. Theroris C13 – SMKN 13 Kota Bandung
  30. Terase 06 – SMAN 6 Kota Bandung
  31. Teater Senapati – SMA Pasundan 3 Kota Bandung
  32. Teater Pamass Unpad – Kota Bandung
  33. Teater Lakon UPI – Kota Bandung
  34. Teater Paslu – Kota Bandung
  35. SMUN 2 Garut – Kab. Garut
  36. Teater Saddo – STKIP Kab. Garut
  37. Posstheatron – Kab. Garut
  38. Teater Awal – SMAN 6 Kab. Garut
  39. Teater SMA Al-Ghiffari – Kab. Garut
  40. Teater Pecut – Kab. Kuningan
  41. Lises Citraresmi – Kab. Sumedang
  42. Teater Jidat – Kab. Sumedang
  43. Sate Sapi – Kab. Sumedang
  44. Teater Tegas – Kab. Cianjur
  45. Teater Efhu Unsur – Universitas Suryakancana Kab. Cianjur
  46. Paguyuban Teater Cianjur – Kab. Cianjur
  47. Klinik Teater – Kab. Cianjur
  48. Teater Prokprok – Kab. Cianjur
  49. Teater Krestra – SMAN 1 Purwakarta
  50. Simpay Galuh – Yogyakarta
  51. Teater Knalfot – SMPN 1 Margahayu Kab. Bandung
  52. Mercu Suar – FKIP Unibba Kab. Bandung
  53. Teater Sulung – SMA BPPI Kab. Bandung
  54. Tetaer Rakyat – SMAN 1 Rancaekek Kab. Bandung
  55. Teater Tambang – SMA Bina Muda Cicalengka Kab. Bandung
  56. Itam’s – Yayasan Pendidikan Al-Ma’soem Kab. Bandung
  57. Taman Siswa – SMA Taman Siswa Kab. Bandung
  58. Teater Laks Mini – Kab. Bandung
  59. Teater Panca – Kab. Bandung
  60. Sanggar 10 Rancaekek – Kab. Bandung
  61. Teater Marss – Kab. Subang
  62. Teater Penus – Kab. Subang
  63. TTMC – Kab. Ciamis
  64. Teater Kabut – Kota Cimahi
  65. Teater Uzlah – STAI Kab. Garut
  66. Teater Elips – SMAN 2 Tasikmalaya
  67. Sanggar Sastra Lembang Bandung
  68. Hobi Berteater Bandung
  69. Teater Atap Poltek PIKSI Ganesha Bandung
  70. Teater Antik – Kota Cimahi

Nb : Data yang terhitung sampai dengan tanggal 26 Januari 2010

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.