RSS

Tanamkan Pancasila melalui Pertunjukan Berbahasa Sunda

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

sumber photo : Lin Rn

Sedikitnya 64 grup dan sanggar teater dari seluruh Jawa Barat mengikuti Festival Drama Basa Sunda (FDBS) ke-17 tahun 2016 yang digelar Teater Sunda Kiwari Bandung di Gedung Rumentang Siang, Jalan Baranang Siang, Kota Bandung, Senin (18/4). Ketua Panitia FDBS ke-17 Andri Permana Nopiandri mengatakan peserta yang mengikuti acara FDBS tingkat umum yang diselenggarakan dua tahun sekali ini, terus bertambah.

Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar awal yang mencapi 69 peserta. “Namun karena yang lima lagi ada halangan, jadi yang tampil saat ini hanya 64 peserta,” katanya yang ditemui di lokasi acara FDBS. Animo festival ini dinilai cukup tinggi, selain dilihat dari banyaknya peserta, Teater Sunda Kiwari Bandung bahkan harus membagi dua acara festival di tingkat yang berbeda.

“Kalau dulu FDBS ini di campur, tapi karena ada masukan dari seniman, budayawan, dan tokoh lainnya, pada 2011 akhirnya kami membagi dua acara festival. Yang satu untuk tingkat umum dan yang satu untuk tingkat SMA, jadi acaranya kini tak hanya dua tahun sekali tapi jadi setahun sekali. Tahun ganjil untuk pelajar, genap untuk umum,” tuturnya.

Meski begitu, peserta yang mengikuti FDBS ini tak pernah berkurang, bahkan menurutnya, peserta tak pernah kurang dari 60 peserta baik di tingkat umum maupun di tingkat pelajar. Pada aplikasinya, panitia tak membatasi daya kreativitas peserta, mereka dibebaskan untuk menampilkan drama berdasarkan naskah yang mereka pilih.

Meski begitu, pihak Teater Sunda Kiwari menyediakan tujuh naskah pilihan bagi peserta yang tertarik. “Tentunya bila mengikuti FDBS baiknya drama yang ditampilkan harus menggunakan bahasa Sunda. “Tapi tak menutup kemungkinan ada juga yang menggunakan bahasa mereka seperti teater dari Indramayu, itu tak mengapa karena mungkin itu ciri khas mereka, malah di situ ada kolaborasi dua budaya,” jelasnya.

Memang, lanjutnya, sebagian sanggar atau grup teater yang mengikuti FDBS ini bukan semata-mata hanya untuk mendapatkan gelar juara atau ikut perlombaan saja, tapi juga sebagai ajang silaturahmi antarsanggar dan grup teater di seluruh daerah khususnya di Jawa Barat. “Dengan adanya festival ini mereka bisa sila tu – rah mi antar komunitas teater.

Jadi bukan hanya festivalnya yang mereka rindukan tapi juga suasana kekeluargaannya. Untuk itu lahkami mewadahi dan memfasilitasi hal tersebut,” terangnya. Sementara itu Ketua Teater Sunda Kiwari Bandung Dadi P Danusubrata mengatakan, pada tahun ini tema yang diambil yakni menanamkan pemahaman akan kandungan butir-butir Pancasila pada masyarakat.

Alasannya, karena banyaknya masyarakat yang kurang mengetahui butir-butir Pancasila. Dari beberapa peserta akan menampilkan tujuh naskah yang disediakan oleh panitia, naskah-naskah tersebut berjudul Jam Hiji Dua Puluh Salapan Menit karya Ayi G Sasmita; Dayeuh Simpekarya Lugieana De; Kalangkangkarya Nunu Nazarudin Azhar; Manusia Jero Botolkarya Rosyid E.Abby; Nu Gareuringkarya Dhipa Galuh Purba; Mojang Dua Rebuankarya Dadan Sutisna; dan naskah Polbakik karya Arthur S Nalan.

“Tujuh naskah ini baru, tetapi satu dari tujuh naskah merupakan saduran bebas,” katanya. Kepala Disparbud Jawa Barat Nunung Sobari mengatakan, kegiatan ini patut dilestarikan mengingat urutan bahasa Sunda di tingkat nasional masih diposisi 17, di bawah urutan bahasa Jawa. ”Kami pihak pemerintah akan mendorong kegiatan semacam ini walaupun anggaran masih cukup terbatas,” katanya. FDBS ini rencana akan digelar selama 21 hari yang dimulai dari tanggal 18 April – 8 Mei 2016. 64 peserta yang mengikuti festival ini akan memperebutkan piala bergilir yang sebelumnya di juarai oleh Teater Dongkrak dari Tasikmalaya.

AGIE PERMADI

sumber : http://www.koran-sindo.com/news.php?r=6&n=32&date=2016-04-20
 
Sampingan
FDBS ke 17 Tahun 2016

Poster Awal FDBS ke 17 Tahun 2016

Ikhtiar Teater Sunda Kiwari yang teguh mengadakan Festival Drama Basa Sunda (FDBS) yang rutin sejak tahun 1990 hingga kini.

Mata rantai FDBS di satu sisi menumbuhkan tunas-tunas baru grup teater, baik di sekolah maupun umum, juga melahirkan penulis naskah drama Sunda generasi baru. sebagai media pembelajaran, FDBS telah menstimulasi para peserta, penulis naskah, dan penonton, untuk melakukan observasi dan kajian terhadap kekayaan budaya Sunda, mereka yang bergiat di FDBS sejatinya telah melakoni drama memelihara keberlangsungan bahasa Ibunya.

Penyelenggaraan kegiatan FDBS selain sebagai sarana positif mengembangkan bakat (teater), juga mampu merangsang para peserta untuk berkesenian dan secara tidak langsung turut melestarikan budaya (Sunda). “Untuk memberikan rangsangan bagi generasi muda menggunakan bahasa daerah (Sunda) dari sejumlah daerah di Jawa Barat bukan perkara mudah, dan bahkan selama ini masalah pelestarian dan pengembangan hanya menjadi wacana tanpa ada upaya, tapi melalui FDBS wacana tersebut dapat terealisasikan,”

BENTUK KEGIATAN

Bentuk Kegiatan : Festival Drama Basa Sunda Ke 17 Tahun 2016

Thema : “ Menanamkan Pemahaman akan kandungan butir-butir Pancasila pada masyarakat ”

Naskah : Disesuaikan dengan cerita yang berkembang di daerah (Sunda) agar diterima oleh masyarakat dengan menitik-beratkan pada segi hiburan.

Target :

  • 100 peserta ( Kelompok / Group Teater )
  • 350 penonton setiap pertunjukan sesuai dengan kapasitas gedung dalam 1 hari ada 3 – 4 kali pertunjukan.

Pengunjung :

  • Pegawai Pemerintah maupun Swasta
  • Mahasiswa dan Pelajar
  • Masyarakat umum dan Wisatawan Asing maupun Domestik

TEKNIS PELAKSANAAN

1. Waktu dan Tempat Pendaftaran

  • Pendaftaran dimulai tanggal 21 Desember 2015 s/d 10 april 2016.
  • Tempat pendaftaran :
    Gedung Kesenian Rumentang Siang Jl. Baranangsiang No. 1 Kosambi Bandung Tlp. 022 – 4233562

2. Waktu dan Tempat Technical Meeting

H a r i            : Minggu
T a n g g a l   : 10 April 2016
J a m              : 10.00 s/d selesai
T e m p a t    : Gedung Kesenian Rumentang Siang

3. Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

Festival Drama Basa Sunda ke 17 ini akan diselenggarakan pada tanggal 18 April s/d 8 Mei 2016 bertempat di Gedung Kesenian Rumentang Siang.

KETENTUAN PESERTA

1. Peserta

  •  Festival Drama Basa Sunda ke 17 bersifat umum untuk semua lapisan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Setiap peserta dari Kabupaten / Kota bisa mengirimkan peserta / grupnya sebanyak mungkin.
  • Peserta Festival Drama Basa Sunda ke 17 telah memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia, antara lain :
    • Peserta telah mendaftarkan diri dan mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia.
    • Telah melaksanakan pembayaran administrasi sebesar Rp. 250.000,00,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
    • Selama peserta berada di lokasi Festival tidak disediakan akomodasi / penginapan.

2. Naskah

Peserta dapat memilih salah satu dari 7 (tujuh) naskah, yaitu :

  1. Ayi G. Sasmita : Jam Hiji Duapuluh Salapan Menit
  2. Lugiena de : Dayeuh Simpe
  3. Nunu Nazarudin Azhar : Kalangkang
  4. Rosyid E. Abby : Manusa Jero Botol
    Saduran bebas naskah
    “ Manusia didalam Botol “
    Karya : Yusef Muldiayana
  5. Dhipa Galuh Purba : Nu Garering
  6. Dadan Sutisna : Mojang Dua Rebuan
  7. Arthur S. Nalan : Polbakik

DASAR PENILAIAN

  1. Pementasan,
  2. Penyutradaraan,
  3. Aktor dan Aktris,
  4. Artistik,
  5. Musik.

Festival Drama Basa Sunda Ke 17 Tahun 2016

 

Tag:

Drama “Tukang Asahan” naskah : Wahyu Wibisana, garapan Téater Sunda Kiwari.

“Tukang Asahan” drama lawas, dibukukeun taun 1978, tapi teu leungiteun amanah najan dipéntaskeun jaman kiwari. Komo apan, ieu drama téh euyeub ku palasipah nu kudu dipikiran ku nu lalajo.

Tukang asahan

Drama “Tukang Asahan” nyaritakeun lalampahan nu dagang batu asahan, nu geus mangalam-alam kukurilingan, tapi teu payu-payu. Gok tepung jeung mahasiswa nu terus milu mangdagangkeun batu asahan. Tukang Asahan jeung mahasiswa, némbongkeun situasi jaman modéren.

02 04 0503Dina lalampahanana, maranéhna tepung jeung rupa-rupa jalma ti jaman nu béda-béda. Aya Sudagar, kudu nyanghareupan pamajikan nu panasbaran, sirik pidik pédah nénjo batur leuwih beunghar. Aya Si Kabayan nu kasohor ngedul taya kadaék, unggal poé paséa jeung pamajikananana, tur kudu nyanghareupan mitoha. Aya deui rombongan ti jaman karajaan, nu nyaritana dikawihkeun (siga Gending Karesmén). Masing-masing jalma ti unggal jaman téa, tuluy tarepung, kalayan tujuan nu sarua: néangan batu asahan pikeun ngaréngsékeun pasualan dununganana.

06 07“Tukang Asahan” ngasongkeun pasualan hirup nu kudu disurahan. Minangka hiji pintonan, ieu drama ngajak seuri (tur dina enas-enasna mah ngajak nyeungseurikeun sorangan), jeung ngajak mikir deuih. Dina ieu drama, unggal jalma najan hirup dina jaman nu béda, saéstuna boga pasualan nu sarua. Batu asahan ukur dipaké simbol keur nyungsi masalah nu saéstuna, nyaéta kumaha urang bisa pikiran jeung kamampuh keur nyanghareupan kahirupan.***(DNS)

http://www.sundanews.com/aos/seratan/1342624086

Poster Tukang Asahan 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 April 2015 in Pementasan

 

Tag:

Gambar

Pinunjul Festival Drama Basa Sunda ka-16 Tahun 2015 Tingkat Pelajar / Remaja

Wilujeng ka para Pinunjul Festival Drama Basa Sunda ka-16 Tahun 2015 Tingkat Pelajar / Remaja.

Aktor Pinunjul FDBS ka-16

Aktor Pinunjul FDBS ka-16

Aktris Pinunjul FDBS ka-16

Aktris Pinunjul FDBS ka-16

Panata Musik Pinunjul FDBS ka-16

Panata Musik Pinunjul FDBS ka-16

Panata Artistik Pinunjul FDBS ka-16

Panata Artistik Pinunjul FDBS ka-16

Nu Nulis Naskah : Kalangsu Naskah Favorit FDBS ka-16

Nu Nulis Naskah : Kalangsu
Naskah Favorit FDBS ka-16

Sutradara Pinunjul FDBS ka-16

Sutradara Pinunjul FDBS ka-16

Pinunjul katilu FDBS ka-16

Pinunjul katilu FDBS ka-16

Pinunjul kadua sareng Pinunjul kahiji FDBS ka-16

Pinunjul kadua sareng Pinunjul kahiji FDBS ka-16

Teater Sunda Kiwari

Cuplikan Video Pengumuman Pinunjul Festival Drama Basa Sunda ka-16 Tahun 2015 Tingkat Pelajar / Remaja.

https://youtu.be/fTz8NSHACOs

 

Tag:

Festival Drama Basa Sunda ke-16 Tahun 2015 tingkat Pelajar / Remaja, Siap digelar !

Sebanyak 61 peserta dari 69 pendaftar yang berasal dari kelompok / group teater sekolah di Jawa Barat, siap beradu kemampuan dalam acara Festival Drama Basa Sunda ke-16 Tahun 2015 tingkat Pelajar / Remaja.

Penjelasan Teknis mengenai FDBS ke XVII Tahun 2015 Tingkat Pelajar / Remaja

Penjelasan Teknis mengenai FDBS ke XVII Tahun 2015 Tingkat Pelajar / Remaja

Para peserta melaksanakan Technical Meeting dengan Panita FDBS ke XVII Tahun 2015 Tingkat Pelajar / Remaja, sekaligus pengundian Jadwal Midang.

Para peserta melaksanakan Technical Meeting dengan Panita FDBS ke XVII Tahun 2015 Tingkat Pelajar / Remaja, sekaligus pengundian Jadwal Midang.

Jadwal Midang FDBS ke XVI Tahun 2015 tingkat Pelajar / Remaja.

Jadwal Midang FDBS ke XVI Tahun 2015 tingkat Pelajar / Remaja.

 

Tag:

Festival Drama Basa Sunda ke 16 tahun 2015 tingkat Pelajar

FDBS ke 16 tahun 2015 tingkat Pelajar

Teater Sunda Kiwari kembali akan menyelenggarkan Festival Drama Basa Sunda (FDBS) ke 16 Tahun 2015 tingkat Pelajar.

Festival Drama Basa Sunda sejak tahun 1990 pada awalnya hanya diikuti oleh kelompok / group dari kalangan umum dan dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Seiring berjalannya waktu dan melihat antusiasme peserta dari kalangan umum dan pelajar pada setiap penyelenggaraan FDBS ini, maka sejak tahun 2011 kami memutuskan untuk dilaksanakan setahun sekali. Kategori pesertanya pun dibagi dua. Pada tahun ganjil pesertanya dari kalangan pelajar, sedangkan tahun genap dari kalangan umum.

Grafik Jumlah Peserta FDBS 2014

TEKNIS PELAKSANAAN

Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

Festival Drama Basa Sunda ke 16 tingkat Pelajar ini akan diselenggarakan pada tanggal 9 s/d 28 Maret 2015 bertempat di Gedung Kesenian Rumentang Siang.

  1. Pendaftaran dimulai tanggal 1 Desember 2014 s/d 1 Maret 2015.
  2. Tempat pendaftaran Gedung Kesenian Rumentang Siang Jln. Baranangsiang No. 1 Kosambi Bandung Jawa Barat Tlp. 022 – 4233562, Mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB (hari Minggu libur).
  3. Technical Meeting akan dilaksanakan pada hari Minggu 1 Maret 2015.
  4. Tempat Technical Meeting Gedung Kesenian Rumentang Siang, mulai pukul 10.00 WIB – selesai.

KETENTUAN PESERTA

  1. Peserta
    1. Festival Drama Basa Sunda ke 16 bersifat khusus untuk kalangan Pelajar Sekolah di seluruh wilayah Jawa Barat dan Banten. Setiap peserta dari Kabupaten / Kota bisa mengirimkan peserta / groupnya sebanyak mungkin.
    2. Peserta Festival Drama Basa Sunda ke 16 ini telah memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia, antara lain :
      1. Peserta telah mendaftarkan diri dan mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh panitia.
      2. Setiap Peserta wajib menyertakan kartu Pelajar atau Surat Rekomendasi dari Sekolah, kecuali untuk Sutradara, Musik dan Penata Artistik.
      3. Telah melaksanakan pembayaran administrasi sebesar 250.000,00,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah).
      4. Selama peserta berada di lokasi Festival tidak disediakan akomodasi / penginapan.
  2. Naskah
    1. Setiap peserta mendapatkan 6 (enam) buah naskah yang telah disediakan panitia,
    2. Peserta memilih salah satu dari 6 (enam) naskah tersebut, yaitu:
      1. Kėrė Unggah Balė (Karya : Arthur S. Nalan)
      2. Kalangsu (Karya : Ayi G. Sasmita)
      3. Kaferehe (Karya : Dadan Sutisna)
      4. Nyi Bagendit Gugat (Karya : Dhipa Galuh Purba).
      5. Nyi Anteh (Karya : Nazaruddin Azhar).
      6. Sėmah (Saduran Bebas Rosyid E. Abby dari Naskah Lituania, karya : Rupert Brook).

DASAR PENILAIAN

  1. Pementasan
  2. Penyutradaraan
  3. Aktor
  4. Aktris
  5. Artistik
  6. Musik
 

Tag:

Drama “Budah Si Narko”

Poster Budah si Narko

Dampak negatif dari arus globalisasi yang terlihat miris adalah perubahan yang cenderung mengarah pada krisis moral dan akhlak, sehingga menimbulkan sejumlah permasalahan kompleks melanda negeri ini salah satunya adalah dengan meningkatnya tindakan kriminalitas dan penyimpangan yang dilakukan sebagian para pelajar kita sekarang ini.

Kebiasaan anak jaman sekarang yang biasa kita lihat adalah terjadinya tawuran antar sekolah, konflik antar anak sekolah yang mengakibatkan perkelahian dan pembunuhan, kenakalan remaja yang berlebihan, siswa-siswi yang dianggap tidak sopan, tidak bertanggung jawab terhadap tindakannya, juga banyak siswa sekolah (pelajar) yang menjadi korban narkoba. Bahkan kebiasaan tawuran pun sekarang menjadi budaya, tak jarang dari mereka melakukan tawuran hanya untuk membuat sensasi, onar, dan kisruh tanpa alasan dan masalah yang jelas. Kenakalan remaja seperti free sex, pergaulan bebas, dan pemakaian narkoba sudah menjalar hingga ke pelosok desa.

Menyikapi kondisi yang telah disebutkan diatas, sangat diperlukan suatu bentuk dan tindakan nyata yang berkelanjutan serta berkesinambungan dari semua pihak, salah satunya ialah yang dilakukan oleh Teater Sunda Kiwari dengan mementaskan drama :

“Budah Si Narko”

Naskah : Dadan Sutisna

Sutrdara : HR. Dadi P. Danusubrata

Hari / Tanggal               : Jum’at, 22 Agustus 2014
Waktu                         : 19.30 WIB
Tempat                        : Gedung Padepokan Seni Mayang Sunda Jalan Peta (Lingkar Selatan) No.209 Bandung.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Agustus 2014 in Pementasan

 

Tag:

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 4.910 pengikut lainnya